anak pedalaman jalan-jalan di ibu kota negara
Penulis sangat ingin berbagi cerita, dengan harapan pembaca baik bapak/ibu dan saudara sekalian bisa bersyukur karena melihat karya Tuhan yang begitu hebat dan indah bersama Penulis serta juga menolong dan menguatkan saudara sekalian.Penulis bersukur kepada Tuhan sekarang bisa menikmati pendidikan dan akan memperoleh gelar S1 nantinya bahkan sampai S3, Amin
Sebelum jauh melangkah kedalam cerita penulis. Ijinkanlah penulis memperkenalkan diri kepada pembaca, Nama saya David Timotius, tempat nan Jauh disana dipedalaman Kalimantan Timur, terdengar suara bayi laki-laki nan lucu lahir pada tahun 1992. Sungguh senang keluarga menyambut ditempat yang sangat jauh dari suasana keramaian kota Samarinda dan ibu kota negara bersukacita menyambut bayi imut lahir.
Seiring dengan waktu penulis mulai mengenal siapa orang tua penulis, siapa keluarga penulis, senang hati penulis bisa mengenal mereka sepanjang hidup penulis tidak ingin melupakan mereka karena mereka banyak memberikan pengalaman dan pengajaran hidup.
semakin waktu berlalu semakin mengharuskan penulis untuk menempuh pendidikan. Permasalahan ekonomi membuat saya harus menunggu sampai akhirnya tepat usia saya ke-9 tahun baru masuk sekolah dasar, di Desa Gunung Bayan, Kec. Muara Pahu, Kab.Kutai Barat, Prov. Kalimantan Timur, Indonesia.
butuh waktu bagi penulis untuk beradabtasi mengenal lingkungan, yang awalnya dihutan pedalaman cuma mengenal keluarga saja (ibu/Bapak Om/tante dan Kakek/Nenek). sudah terbiasa dihutan mengharuskan mengenal teman sebaya serta diatas umur penulis, bersosialisasi.
Dimasa Sekolah Dasar, sering dibuli oleh kakak senior, kekerasan dimasa sekolah sudah sering terjadi baik itu murid dengan murid bahkan guru dengan murid itu adalah sesuatu yang sedang ingin diperbaiki disana. ketika dibuli sering menangis, tidak tahu apa yang harus diperbuat, kemudian memang tubuh penulis lebih kecil dari mereka, heheh bukan maksud penulis ingin menyalahkan Tuhan, tidak sama sekali sungguh penulis bersyukur sekarang pun demikian, tetap saya lebih kecil dari teman sebaya. Tetapi jangan salah dibalik tubuh kecil ini ada cerita yang luar biasa Tuhan pakai seperti cerita Goliat dan Daud, hanya mereka tokoh Alkitab jauh lebih hebat dari cerita penulis tetapi tetap Allah yang sama Allah yang tidak berubah, ya gak hehehe.
kelas 2 SD penulis tidak naik kelas karena nakal, suka berantem yeah anak laki-laki tetapi tetap itu bukanlah perilaku yang baik, dari kejadian itu penulis mulai bertekad untuk tekun sekolah demi mengejar setinggi-tingginya pendidikan mewujudkan cita-cita menjadi pemimpin. tahun 2007 penullis lulus dari SD saat itu masih bernama SD 009 gunung bayan.
penunlis pindah dari ke Kecamatan sudah tidak lagi tinggal dengan orang tua lagi tetapi dengan nenek di Kecamatan, dikecamatan Siluq Ngurailah penulis mulai menempuh pendidikan SMP, saya tekun sekolah, walaupun hujan, sakit tetap harus turun sekolah demi pelajaran sekolah, penulis di kecamatan tidak begitu suka bergaul keluar rumah sebutan umum untuk itu biasanya disebut "anak rumahan" disana pergaulan remaja juga sudah tidak baik lagi, anak muda juga sudah mengenal minuman yang memabukan bahkan meraciknya sendiri untuk dapat mabuk sedangkan buat kesehatan hari depan tidak mereka perhatikan selain minuman juga pergaulan bebas disana sudah tercemar, bayangkan akibat sosial serta juga akses jaringan internet yang salah digunakan.
disana juga pola prilalu remaja dan pemuda di kecematan ini sudah mendekati pergaulan diperkotaan yaitu pergaulan bebas, sangat banyak usia SMP sudah putus sekolah dan melanjutkan pernihakan dini, bahkan hamil diluar nikah tidak ada yang tanggung jawab lagi, waduh tambah parah.
sayangnya perhatian dari pemerintah setempat kurang memadai, bagaimana seharusnya pergaulan yang sehat dan memanfaatkan jaringan Internet yang sehat. Bukan maksud penulis ingin menjelekan Kecamatan dan desa yang sudah memberikan pengalaman kepada penulis tetapi kerinduan penulis adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang mengerikan pergaulan bebas yang sudah menyerang masyarakat pedalaman untuk itu sanagt dibutuhkan bimbingan dan penyuluhan tentang sosial dan Jaringan Internet bukan hanya diperkotaan saja tetapi dipedalaman sangat diperlukan.
Pada Tahun 2010 penulis meningalkan pergaulan Kecamanatan lalu melanjutkan study di Kabupaten, yaitu di Kabupaten Kutai Kartanegara berdekatan dengan kabupaten Kutai Barat, dari kecamatan penulils (Kec. Siluq Ngurai menuju ibu kota Kabupaten sekitar 6 jam menggunakan Bis, dengan kendaraan roda dua sekitar 5 atau 4 jam). disini mulai beradabtasi dengan pergaulan perkotaan (Tenggarong) selama 3 tahun penulis berada disini, orang tua tidak berani membiarkan penulis tinggal sendiri di kosan bukan karena tidak mandiri tetapi karena pergaulan yang sudah tidak dapat dipercayai lagi, gimana pembaca setuju gak bahwa "pergaulan sekarang bukan semakin baik". Penulis melanjutkan belajar disekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Pada saat itu lagi ngtren, penulis diperlengkapi diri dengan dasar-dasar pelajaran (TKJ) ada banyak hal yang menolong penulis sampai saat ini, yang penting tidak terlalu ndesolah tentang Komputer, cuma sedikit tahu saja.
Penulis bersyukur pada masa Smk Tuhan benar memproses penulis untuk selalu dekat dengan-Nya walau pun teman-teman saya mengajak saya kedalam penderitaan (Pergaulan bebas, Mabuk, Perokok, mengonsumsi obat-obat yang membuat mabuk) penulis mampu tolak semua karena Tuhan yang menolong, sehingga walaupun tidak punya banyak teman tetap penulis punya Tuhan.
Tingkat 2 SMK penulis mulai berubah perilaku dari pendiam menjadi orang yang suka bercanda, suka usil, suka ikut organisasi sekolah, suka berbicara didepan kelas , bagi penulis ini terjadi karena Tuhan memampukan penulis keluar dari sarang dimana dari SD-SMP dan kelas 1 SMK pun belum berubah.Dari sini muncul diri penulis yakin akan hari depan.
Dimasa SMK sungguh menyenangkan, dari sana jujur sempat penulis jadi idola gadis SMK hehehe kayak Justin aja gua heheh cuma becanda, memang sih waktu itu Justin lagi Buming penulis kena percikan doang. Tetapi penulis menghindar dari perempuan bukan alergi lo, hanya tidak ingin hal yang tidak diinginkan, hanya sebatas teman kalau lebih penulis memilih untuk tidak bisa, tidak terasa sudah 3 tahun melewati masa-masa indah di SMK.
Julukan teman-teman kasih ke penulis adalah Mr konyol, banyak kekonyolan saya buat dengan teman-teman itu tidak terlupakan oleh penulis.
hingga akhirnya pesta coret-coret pun tidak dapat ditolak semua emosi,ekpresi,semagat,perjuangan,penderitaan selama 3 tahun pun meluap begitu hebat saat itu pada tahun 2013 SMK YPK 1 Tenggarong. Termasuk Penulis menyambut begitu senangnya, ada satu guru mengingatkan penulis dan teman saat itu, masih berkesan sampai sekarang, beliau berkata, "kalian jangan senang dulu karena dengan jumlah kelulusan kalian bisa membuat naik jumlah penganguran atau membuat naik jumlah orang sukses, kalian pilih mau yang mana?"
penulis masih ingat perkataan beliau kiranya Tuhan berkati beliau dengan limpah. Meningalkan masa keriuhan dari hari kelulusan perlahan itu mulai berkurang, 2,3 hari sudah menurun keriuhan masa kelulusan dan benar sepi setelah 1 bulan baru kekuatiran muncul karena akan melewati proses tahap berikutnya, banyak teman-teman tidak tahu kedepan mau menjadi apa tidak ada harapan dan tujuaan akan masa depan, demikian penulis juga rasakan hal yang sama.
Pada tahun ini usaha ayah membuat tambak ikan benar-benar bangkut disebabkan ikan mati semua yang tersisa adalah hutang pakan yang sangat banyak, penulis tidak tahu bagaiman mulai menata hari depan, dengan ijazah SMK jelas itu tidak cukup bagi penulis, mau bagaimana keadaan seperti ini? benar ini adalah posisinya penulis sudah tidak tahu apa yang harus diperbuat? hanya dua pilhan kerja atau kuliah? itupun jawabannya sudah mendekati jurang yang dalam, sudah menyerah tidak tahu bagaimana?
hingga akhirnya Tuhan mengingatkan untuk berdoa dan minta pertolongan pada-Nya penulis lupa bahwa Dia hebat dan Hidup Dia Punya banyak cara untuk menolong. Selama 1 Bulan penulis meminta pertolongan belum juga terjadi (salah saya meminta terlalu memaksa) hingga saya nekad dengan kerja keras sendiri selama satu bulan penulis bekerja, dengan nekad langsung ijin ke bos minta gaji sebulan lebih cepat demi mengejar tes SBMPTN, setelah tes terjadi apa yang terjadi nihil tidak lulus yang saya dapat adalah kecewa.
Menurut informasi dari teman-teman coba aja tes ke-2 dan ke- 3 kamu pasti lulus, karena sudah patah hati gak ah penulis tidak akan ikut tes lagi karena penulis sudah doa, jika tes pertama tidak lulus ya sudah Penulis ikut jalan-Mu saja atau bekerja sajalah.
hampir 3 bulan tidak tahu mau berbuat apa lagi...
sampai akhrinya setelah itu Tuhan pakai saudara di kecamatan bahwa ada orang yang mau cari Mahasiswa yang mau sungguh-sungguh sekolah tetapi itu menjadi hamba Tuhan, penulis masih saja suka menawar dengan Tuhan disebakan penulis masih tidak mengerti tujuan Tuhan itu sebabnya Dia halang untuk penulis berjalan apa yang penulis mau, ini Tuhan nyatakan juga dimana selama ini dari kecil penulis sudah dioakan oleh ayah bahwa penulis untuk dipersiapkan untuk pekerjaan Tuhan, seiring dengan waktu Tuhan perjelas tujuan-Nya. Maka paslah perisitiwa itu, Tuhan pakai.
Sekarang Penulis sedang studi di Ibu kota Negara tercinta, bersyukur penulis adalah anak pedalaman yang jauh dari desa bisa dibawa Tuhan belajar di Jakarta. Doakan penulis juga bisa mencapai gelar S3 untuk bisa melanjutkan pekerjaan Tuhan untuk melayani anak-anak pedalaman, sebab mereka perlu memiliki tujuan dan kesempatan.
terima kasih penulis sampaikan yang sangat Besar untuk Tuhan Yesus karena Dia yang sangat baik buat penulis dan semua orang yang percaya. Terima kasih juga buat hamba Tuhan yang menolong penulis sehingga penulis bisa bersekolah lebih Tinggi lagi.
Saat ini Penulis belajar di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Kalvari (STTBK) di Jakarta Pusat, sedang mendalami apa kehendak Tuhan dalam hidup penulis.
Kiranya Tuhan berkati mereka dengan melimpah sukacita dari pada-Mu, Terima kasih juga buat pembaca, pesan penulis jangan pernah ragu bahwa pada saat jalan buntu tangan-Nya terbuka untuk menyatakan maksud-Nya kepada kita? dibalik peristiwa ada Tujuan Tuhan bagi kita semua dari mula-Nya Dia menciftakan manusia. Anda berharga dimata-Nya dan Anda milik-Nya. ada tujuan-Nya dibalik hidup Anda. Jika ada kesempatan dalam kasih Tuhan kita bisa bertemu saling mendoakan.Amin
Belum ada Komentar untuk "anak pedalaman jalan-jalan di ibu kota negara"
Posting Komentar